Sabtu, 29 Januari 2022

Belajar Rasa Ikhlas

Tentang rasa ikhlas setiap orang pasti punya caranya masing-masing dalam mengelola rasa itu. Dan sampai pada moment ini tiba, dimana apa yang kamu harapkan, apa ekspetasimu tidak sesuai dengan rencanamu. Sakit memang mengetahui hal itu, rasa tidak ikhlas, rasa terdzolimi, rasa sakit hati yang besar. Setelah apa yang kamu perjuangkan dengan sungguh-sungguh dengan harapan bisa mendapatkan sesuai yang kamu inginkan. Tapi jika memang bukan rezekimu, bagaimana lagi? 

Konsep rezeki memang tidak selalu sama, bukan seperti matematika dimana satu tambah satu sama dengan dua, melainkan bisa nol, lima, delapan dll. Karena memang rezeki yang datang dari Allah itu berbeda, tidak sama, Allah pasti memiliki rencana yang terbaik di waktu dan tempat terbaik. 

Sabtu, 13 Maret 2021

Berlomba-Lomba Bahagia

Sekarang zaman dimana sosial media itu berada diprioritas tinggi dikehidupan sosial. Segala macam aktivitas, tempat kita berada, apapun itu selalu untuk diposting disosial media. Yeah, somehow kadang itu sebuah hal yang toxic menurut aku. Sebenernya udah jelas semua hal yang diposting di sosmed itu pasti adalah hal yang baiknya aja, gak mungkin akan posting sedih atau buruknya kita. Lalu bagaimana toxic itu muncul? 
Semua itu karena mereka disosial media berlomba untuk terlihat bahagia dan kita sebagai audience merasa bahwa kehidupan yang kita miliki tidak sejalan atau semanis yang mereka tampilkan. Secara terus menerus kita mengkonsumsi kehidupan menarik dan bahagia yang mereka tampilkan dengan perbandingan kehidupan kita sendiri yang mungkin berat, tidak semulus mereka, tidak semenarik atau sebahagia mereka. Endingnya kita meresa useless terhadap diri sendiri, merasa tidak berharga dan tidak bahagia dengan hidup yang dijalani. 
Bagaimana mengcut toxic tersebut? Hanya diri kita sendiri yang bisa menghandle pikiran dan hati kita. Bahwa semua itu hanyalah semu, tidak ada didunia ini yang berkehidupan sempurna. Pasti semua orang membawa masalah tersendiri dikehidupannya. Sejalannya perkembangan sosial dan kehidupan berteknologi yang semakin canggih maka kita harus menguatkan mental kita untuk semakin kuat. Karena penyakit tidak selalu muncul berbentuk fisik yang nyata tapi hati yang mengelola berbagai perasaan. Dimana hati mudah sedih, kecewa, patah, hancur, bahagia dan senang. Kita sendirilah yang harus mengelolanya, bukan orang lain. Semoga dengan semakin berkembangnya sosial media semoga juga turut tingginya rasa kuat kita terhadap hati dan diri sendiri.

Menempatkan Rasa

Dulu saat masih kecil hanya terfikirkan rasa senang yang didapat ketika dewasa. Saat dewasa kita bisa melakukan apapun, lebih bebas dan bisa mendapatkan kebahagiaan. Nyatanya tidak, semakin dewasa semakin banyak masalah yang akan kita dapat. Semakin merasa bahwa ini sulit dan tidak tahu bagaimana ujungnya. Akhirnya aku tersadar semakin dewasa bukan bahagia yang kita cari, tapi kenyamanan dalam berproses diri yang akan mendatangkan kebahagiaan. 
Dititik kepala 2 sudah banyak proses, pengalaman dan gambaran hidup yang kita lalui. Pahit, manis, sedih, susah dan senang semua akan terus beriringan silih berganti. Tidak ada yang selamanya akan sedih dan susah, pun tidak ada yang selamanya hanya akan bahagia. Semua itu tergantung timing yang datang pada kita, oleh karena itu setiap rasa tersebut harus diterima, ditelan, dan diambil makna pelajarannya. 
Dan pada titik ini kamu juga baru tersadar bahwa seseorang yang selalu berdiri untuk dirimu adalah dirimu sendiri, bukan orang lain termasuk keluarga, teman, pacar ataupun sahabat. Berbaik hatilah untuk dirimu sendiri, istirahat jika lelah, bangkit dan istirahat lagi. Kamu selalu kuat lebih dari yang kamu kira. Coba tengok kebelakang sebentar, semua sudah kamu lalui dengan baik bukan? Bahkan kamu tidak pernah mengira akan sebaik ini. Jalani dan teruslah melangkah tanpa henti. Kamu ditakdirkan untuk dirimu sendiri, tidak apa jika tidak bersama teman, tidak punya teman, kamu pasti bisa melaluinya. 

Kamis, 31 Desember 2020

2020

Manusia menjalani hidupnya tidak lepas dari perasaan alamiah yang terjadi pada dirinya dimana hal tersebut akan membawanya pada kata yang disebut takdir. Bagaimana aku harus menjelaskan semua itu?ketika memang sulit dikuasai mka hal yang terbaik adalah tidak menjelaskan. Memang kamu tidak perlu menjelaskan apapun, memberikan pembuktian apapun bahwa kamu baik-baik saja, kamu terluka, kamu hebat, kamu lebih disayang, kamu lebih dicinta. Berhentilah tolong, biarkan kamu berjalan apa adanya, jangan sakiti lebih. 

Tahun ini kamu banyak pelajaran bukan? bagaimana harus berjuang, bagaimana rasanya ditinggal orang yang kamu sayang, bertahan untuk dirimu, menghargai orang lain dan juga dirimu. Kamu sudah lebih hebat dari yang kamu kira. Kamu dicintai olehmu!! Berat bukan tahun ini?

Berjuang untuk impianmu, aneh melihatmu begitu bersemangat mengejarnya, begitu tekun mengejarnya, begitu rajin mengejarnya. Aku ucapkan selamat karena paling tidak hasilnya sudah baik dan tidak mengecewakan. Kamu luar biasa! Syukurilah apa yang sudah kamu dapat dan usahakan, jangan semakin iri dan membuatmu mengecil. Itu hanyalah sedikit kejadian dari yang akan terjadi. Bersyukurlah kamu diinginkan.

Hal yang bisa diambil berusahalah yang terbaik dan jangan hiraukan hasil yang engkau dapat. Pelajaran lainnya bersyukur atas apa yang engkau dapat. Pelajaran terpenting percaya kepada dirimu sendiri karena apapun kondisinya hanya dirimu sendiri yang dapat berdiri untuk mengatasinya.

Ditinggal oleh seseorang yang kamu sayangi, yang sudah kamu anggap sebagai keluarga sendiri, tentu tidak mudah bukan? Tidak apa-apa, dirimu baik saja. Kamu memang harus berterimakasih kepada dirinya, berkatnya kamu merasa sudah mempunyai warna dikehidupanmu yang suram dan sudah bangkit dari keterpurukan. Kamu juga sudah melakukan yang terbaik untuk dirinya, kamu sudah bersabar, mengalah dan berusaha menjadi teman yang baik. Hanya saja memang takdir berkata lain, takdir tega merenggut orang yang ingin kita simpan. Jika kamu ditinggalkan karena takdir, bisakah kamu mendapatkan lagi karena takdir? 

Pelajarannya jangan takut ditinggalkan oleh orang yang baik-baik saja meninggalkanmu.

Bagaimana aku harus mulai membicarakannya? Hubungankah? Ya.. sebuah hubungan. Banyak memberimu pelajaran. Entah hubungan kepada keluarga ataupun pasangan. Keduanya akan ada rasa benci, sayang, kecewa, sedih, dan bahagia. Bagaimanapun kondisinya kamu tidak bisa memutuskannya hanya ketika kamu sedang melewati salah satu perasaan itu. Karena hal itu akan terus berjalan, karena hal itu sudah terikat. Dan pada akhirnya waktu ke waktu akan menjadi memori yang akan mengisi lembaran kecil dihidupmu dan kamu simpan dihatimu. Hal yang bisa kamu lakukan adalah menjalaninya. Karena kamu sudah memutuskannya.

Pelajaran yang bisa diambil sepahit apapun yang kamu rasakan tidak boleh menjadi landasan untuk kamu pergi karena akan selalu ada cinta lebih besar yang menghampiri.

Trimakasih 2020 untuk segala pengalaman dan pembelajarannya!! You are blessed :)

Mengawalimu

Hari ini mendung, udaranya begitu segar mengisi kegiatanku pagi ini. Semua ku tatap begitu kosong dan hampa, aku tidak ingin mendebat, aku diam dan menerima. Jika ku evaluasi kembali, aku merasa ini sudah adil. Mungkin bagaimana aku memperlakukan seseorang hasilnya memang bagaimana orang lain memperlakukan aku. Aku tidak ingin berharap banyak, aku ingin menyingkirkan keinginanku terhadap pengakuan atau pembuktian kepada orang lain, 

Kamis, 26 November 2020

Aku Kembali

    Sepertinya sudah lama aku tidak menyapa, meskipun belum ada yang membaca blog ini haha. Okay wellcome back to me :) Kabar dariku bisa dibilang lebih lebih lebih baik dari dua tahun yang lalu. Aku yang dulu merasa tidak tahu harus berbuat apa ketika seseorang merendahkanku, menghujatku, mencaciku, meremehkanku, kini aku lebih kuat. Aku kembali dengan versi terbaru dariku, aku tidak tahu harus mengatakannya seperti apa, tetapi tahun 2019 banyak membuatku sadar dan bangkit. Aku sadar bahwa diriku bernilai, aku mampu, aku bisa, aku tidak selemah yang selama ini aku rasakan atau yang mereka lihat. Aku hanya terkengkang dalam sebuah ruangan yang membuatku tidak nyaman kemudian menjadikanku tidak berguna. Aku bersyukur ada seseorang yang menarikku dari lubang itu, trimakasih telah menyelamatkanku, trimakasih telah membawa aku keluar dari dunia yang selama ini tidak kuinginkan, trimakasih telah membukakan ini sehingga hati dan jiwaku bisa lebih baik. Paling tidak selama satu tahun terakhir adalah kesempatan terbaik yang kumiliki selama disini. 

    Tapi ternyata semua itu tidak bertahan lama, selalu ada permasalahan lain saat masalah yang lain akan selesai. Kini memang kita tidak sedekat dulu lagi, bahkan untuk saling bertegur sapa pun enggan. Maaf jika aku membuatmu merasa hal yang buruk. Maaf jika aku membuatmu merasakan bahwa aku yang sesungguhnya adalah jahat. Kini kita punya jalan masing-masing, aku harap kamu bisa bahagia dengan hal baru yang telah kamu miliki. Trimakasih untuk energi yang telah kamu berikan sehingga aku bisa bertahan disini. 

Jumat, 14 Desember 2018

Saling Menghargai

    Selalu, kata saling menghargai adalah hal yang terpenting dalam kehidupan. Saling menghargai keliatannya gampang, tapi entah kenapa banyak yang sulit menerapkannya dikehidupan sehari-hari. Saling menghargai tidak bisa memilih siapa yang akan dihargai tetapi sebuah kewajiban kepada semuanya. Nyatanya banyak banget dikehidupan sehari-hari yang aku temui, mereka hanya menghargai orang atau mengakui keberadaannya hanya karena mereka ingin, bukan kewajiban untuk sesama. Banyak yang masih belum menghargai satu sama lain, menyakiti satu sama lain entah itu sengaja atau tidak. Banyak yang melakukannya, entah mereka mengganggap candaan yang mereka lakukan itu biasa dan tidak mungkin menyakiti orang lain atau tidak, atau memang mereka yang melakukan adalah orang seperti itu. Who's known? 
    Yang jelas banyak bangett orang-orang disekeliling aku yang seperti itu sehingga seperti membentuk mental untuk selalu kebal terhadap nyinyiran, hujatan, cacian yang semua itu dilontarkan dengan gampangnya tanpa merasa beban, haha. Why mannn? Seharusnya kita sebagai manusia itu sendiri mampu me-rem omongan kita sendiri untuk tidak menyakiti perasaan orang lain, menjaga perasaan orang lain. Jika semuanya bisa saling menjaga begitu indah bukan? Guys, saling menghargai bener-bener dibutuhkan dalam sebuah interaksi sosial. Bukan karna itu adalah sebuah kewajiban, tetapi juga harus dari hati, dari dalam diri kita, Agar apa? Yang pasti agar hidup ini damai, gak ada grunjelan, dan bisa merasakan bagaimana kekeluargaan itu. Wiuuw, sekian.#Yuksalingmenghargi

Belajar Rasa Ikhlas

Tentang rasa ikhlas setiap orang pasti punya caranya masing-masing dalam mengelola rasa itu. Dan sampai pada moment ini tiba, dimana apa yan...