Menuai Harapan
Menceritakan kisah kehidupan yang semu
Sabtu, 29 Januari 2022
Belajar Rasa Ikhlas
Sabtu, 13 Maret 2021
Berlomba-Lomba Bahagia
Menempatkan Rasa
Kamis, 31 Desember 2020
2020
Manusia menjalani hidupnya tidak lepas dari perasaan alamiah yang terjadi pada dirinya dimana hal tersebut akan membawanya pada kata yang disebut takdir. Bagaimana aku harus menjelaskan semua itu?ketika memang sulit dikuasai mka hal yang terbaik adalah tidak menjelaskan. Memang kamu tidak perlu menjelaskan apapun, memberikan pembuktian apapun bahwa kamu baik-baik saja, kamu terluka, kamu hebat, kamu lebih disayang, kamu lebih dicinta. Berhentilah tolong, biarkan kamu berjalan apa adanya, jangan sakiti lebih.
Tahun ini kamu banyak pelajaran bukan? bagaimana harus berjuang, bagaimana rasanya ditinggal orang yang kamu sayang, bertahan untuk dirimu, menghargai orang lain dan juga dirimu. Kamu sudah lebih hebat dari yang kamu kira. Kamu dicintai olehmu!! Berat bukan tahun ini?
Berjuang untuk impianmu, aneh melihatmu begitu bersemangat mengejarnya, begitu tekun mengejarnya, begitu rajin mengejarnya. Aku ucapkan selamat karena paling tidak hasilnya sudah baik dan tidak mengecewakan. Kamu luar biasa! Syukurilah apa yang sudah kamu dapat dan usahakan, jangan semakin iri dan membuatmu mengecil. Itu hanyalah sedikit kejadian dari yang akan terjadi. Bersyukurlah kamu diinginkan.
Hal yang bisa diambil berusahalah yang terbaik dan jangan hiraukan hasil yang engkau dapat. Pelajaran lainnya bersyukur atas apa yang engkau dapat. Pelajaran terpenting percaya kepada dirimu sendiri karena apapun kondisinya hanya dirimu sendiri yang dapat berdiri untuk mengatasinya.
Ditinggal oleh seseorang yang kamu sayangi, yang sudah kamu anggap sebagai keluarga sendiri, tentu tidak mudah bukan? Tidak apa-apa, dirimu baik saja. Kamu memang harus berterimakasih kepada dirinya, berkatnya kamu merasa sudah mempunyai warna dikehidupanmu yang suram dan sudah bangkit dari keterpurukan. Kamu juga sudah melakukan yang terbaik untuk dirinya, kamu sudah bersabar, mengalah dan berusaha menjadi teman yang baik. Hanya saja memang takdir berkata lain, takdir tega merenggut orang yang ingin kita simpan. Jika kamu ditinggalkan karena takdir, bisakah kamu mendapatkan lagi karena takdir?
Pelajarannya jangan takut ditinggalkan oleh orang yang baik-baik saja meninggalkanmu.
Bagaimana aku harus mulai membicarakannya? Hubungankah? Ya.. sebuah hubungan. Banyak memberimu pelajaran. Entah hubungan kepada keluarga ataupun pasangan. Keduanya akan ada rasa benci, sayang, kecewa, sedih, dan bahagia. Bagaimanapun kondisinya kamu tidak bisa memutuskannya hanya ketika kamu sedang melewati salah satu perasaan itu. Karena hal itu akan terus berjalan, karena hal itu sudah terikat. Dan pada akhirnya waktu ke waktu akan menjadi memori yang akan mengisi lembaran kecil dihidupmu dan kamu simpan dihatimu. Hal yang bisa kamu lakukan adalah menjalaninya. Karena kamu sudah memutuskannya.
Pelajaran yang bisa diambil sepahit apapun yang kamu rasakan tidak boleh menjadi landasan untuk kamu pergi karena akan selalu ada cinta lebih besar yang menghampiri.
Trimakasih 2020 untuk segala pengalaman dan pembelajarannya!! You are blessed :)
Mengawalimu
Hari ini mendung, udaranya begitu segar mengisi kegiatanku pagi ini. Semua ku tatap begitu kosong dan hampa, aku tidak ingin mendebat, aku diam dan menerima. Jika ku evaluasi kembali, aku merasa ini sudah adil. Mungkin bagaimana aku memperlakukan seseorang hasilnya memang bagaimana orang lain memperlakukan aku. Aku tidak ingin berharap banyak, aku ingin menyingkirkan keinginanku terhadap pengakuan atau pembuktian kepada orang lain,
Kamis, 26 November 2020
Aku Kembali
Sepertinya sudah lama aku tidak menyapa, meskipun belum ada yang membaca blog ini haha. Okay wellcome back to me :) Kabar dariku bisa dibilang lebih lebih lebih baik dari dua tahun yang lalu. Aku yang dulu merasa tidak tahu harus berbuat apa ketika seseorang merendahkanku, menghujatku, mencaciku, meremehkanku, kini aku lebih kuat. Aku kembali dengan versi terbaru dariku, aku tidak tahu harus mengatakannya seperti apa, tetapi tahun 2019 banyak membuatku sadar dan bangkit. Aku sadar bahwa diriku bernilai, aku mampu, aku bisa, aku tidak selemah yang selama ini aku rasakan atau yang mereka lihat. Aku hanya terkengkang dalam sebuah ruangan yang membuatku tidak nyaman kemudian menjadikanku tidak berguna. Aku bersyukur ada seseorang yang menarikku dari lubang itu, trimakasih telah menyelamatkanku, trimakasih telah membawa aku keluar dari dunia yang selama ini tidak kuinginkan, trimakasih telah membukakan ini sehingga hati dan jiwaku bisa lebih baik. Paling tidak selama satu tahun terakhir adalah kesempatan terbaik yang kumiliki selama disini.
Tapi ternyata semua itu tidak bertahan lama, selalu ada permasalahan lain saat masalah yang lain akan selesai. Kini memang kita tidak sedekat dulu lagi, bahkan untuk saling bertegur sapa pun enggan. Maaf jika aku membuatmu merasa hal yang buruk. Maaf jika aku membuatmu merasakan bahwa aku yang sesungguhnya adalah jahat. Kini kita punya jalan masing-masing, aku harap kamu bisa bahagia dengan hal baru yang telah kamu miliki. Trimakasih untuk energi yang telah kamu berikan sehingga aku bisa bertahan disini.
Jumat, 14 Desember 2018
Saling Menghargai
Belajar Rasa Ikhlas
Tentang rasa ikhlas setiap orang pasti punya caranya masing-masing dalam mengelola rasa itu. Dan sampai pada moment ini tiba, dimana apa yan...