Sabtu, 13 Maret 2021

Menempatkan Rasa

Dulu saat masih kecil hanya terfikirkan rasa senang yang didapat ketika dewasa. Saat dewasa kita bisa melakukan apapun, lebih bebas dan bisa mendapatkan kebahagiaan. Nyatanya tidak, semakin dewasa semakin banyak masalah yang akan kita dapat. Semakin merasa bahwa ini sulit dan tidak tahu bagaimana ujungnya. Akhirnya aku tersadar semakin dewasa bukan bahagia yang kita cari, tapi kenyamanan dalam berproses diri yang akan mendatangkan kebahagiaan. 
Dititik kepala 2 sudah banyak proses, pengalaman dan gambaran hidup yang kita lalui. Pahit, manis, sedih, susah dan senang semua akan terus beriringan silih berganti. Tidak ada yang selamanya akan sedih dan susah, pun tidak ada yang selamanya hanya akan bahagia. Semua itu tergantung timing yang datang pada kita, oleh karena itu setiap rasa tersebut harus diterima, ditelan, dan diambil makna pelajarannya. 
Dan pada titik ini kamu juga baru tersadar bahwa seseorang yang selalu berdiri untuk dirimu adalah dirimu sendiri, bukan orang lain termasuk keluarga, teman, pacar ataupun sahabat. Berbaik hatilah untuk dirimu sendiri, istirahat jika lelah, bangkit dan istirahat lagi. Kamu selalu kuat lebih dari yang kamu kira. Coba tengok kebelakang sebentar, semua sudah kamu lalui dengan baik bukan? Bahkan kamu tidak pernah mengira akan sebaik ini. Jalani dan teruslah melangkah tanpa henti. Kamu ditakdirkan untuk dirimu sendiri, tidak apa jika tidak bersama teman, tidak punya teman, kamu pasti bisa melaluinya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Belajar Rasa Ikhlas

Tentang rasa ikhlas setiap orang pasti punya caranya masing-masing dalam mengelola rasa itu. Dan sampai pada moment ini tiba, dimana apa yan...