Semua itu karena mereka disosial media berlomba untuk terlihat bahagia dan kita sebagai audience merasa bahwa kehidupan yang kita miliki tidak sejalan atau semanis yang mereka tampilkan. Secara terus menerus kita mengkonsumsi kehidupan menarik dan bahagia yang mereka tampilkan dengan perbandingan kehidupan kita sendiri yang mungkin berat, tidak semulus mereka, tidak semenarik atau sebahagia mereka. Endingnya kita meresa useless terhadap diri sendiri, merasa tidak berharga dan tidak bahagia dengan hidup yang dijalani.
Bagaimana mengcut toxic tersebut? Hanya diri kita sendiri yang bisa menghandle pikiran dan hati kita. Bahwa semua itu hanyalah semu, tidak ada didunia ini yang berkehidupan sempurna. Pasti semua orang membawa masalah tersendiri dikehidupannya. Sejalannya perkembangan sosial dan kehidupan berteknologi yang semakin canggih maka kita harus menguatkan mental kita untuk semakin kuat. Karena penyakit tidak selalu muncul berbentuk fisik yang nyata tapi hati yang mengelola berbagai perasaan. Dimana hati mudah sedih, kecewa, patah, hancur, bahagia dan senang. Kita sendirilah yang harus mengelolanya, bukan orang lain. Semoga dengan semakin berkembangnya sosial media semoga juga turut tingginya rasa kuat kita terhadap hati dan diri sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar